Polemik "Marquee Player"
KARBOL_ID - Regulasi baru jelang digelarnya Liga 1 Indonesia
yang akan bergulir pertengahan April 2017 membuat perbincangan heboh seantero
Indonesia setelah disepakati adanya pemain "Marquee Player" yang
merupakan regulasi yang baru pertama kali diterapkan di dunia sepak bola tanah
air.
Mengenal istilah regulasi baru "Marquee Player"
adalah pemain top dunia atau pemain yang pernah bermain di liga-liga seperti
Liga Inggris, Liga Spanyol hingga Liga Italia serta pemain yang setidaknya
telah mencicipi 3 edisi Piala Dunia, dengan begitu regulasi pemain yang dimana
sebelumnya tim peserta yang mengikuti Liga 1 hanya tiga pemain, sekarang
diperbolehkan menambah satu kuota pemain asing menjadi 4 pemain yang terdiri
dari dua pemain asing, satu pemain asal Asia dan satu "Marquee
Player".
Sebagai contoh Persib Bandung yang mendatangkan pemain
sekaliber Michael Essien dengan dana sekitar 8-10 Miliyar. Melihat nominal
kontrak cukup fantastis dana yang harus dikeuarkan bagi klub asal kota Bandung
ini untuk merekrut mantan punggawa Chelsea ini.
Namun seiring waktu berjalan banyak perbincangan tentang
seberapa perlukan pemain yang dijuluki "Marquee Player" berada
di klub-klub peserta Liga 1 Indonesia, sangat jelas kedatangan pemain marque
player ini bisa menguntungkan dari segi menambah popularitas dan mengenalkan
Liga 1 Indonesia ke mancanegara.
Contohnya seperti yang terjadi di Liga Super China banyak
klub yang ngotot untuk merogoh kocek yang dalam untuk membeli pemain-pemain top
dunia untuk bergabung ke klub-klub peserta Liga sebagai upaya untuk membangun
perkembangan sepak bola di Tiongkok dan tentunya menjadi sorotan mata dunia
atau yang terjadi di MLS Amerika yang membeli pemain top dunia untuk
mepromosikan sepakbola yang notabennya bukan olahraga utama di negara tersebut.
Namun jangan melihat dari segi keuntungannya saja, jangan
sampai dengan adanya marque player beberapa permasalahan bisa muncul
seperti tunggakan gaji pemain yang kerap melanda klub-klub sepak bola Indonesia
serta izin pemain asing yang menjadi polemik di dunia sepak bola yang terus
menghantui dan jangan sampai regulasi ini mengurangi keadilan atau menghadirkan
kecemburuan peserta lainnya karena klub yang mempunyai budget yang banyak saja
yang bisa mendatangkan seorang marque player sedangkan klub yang mempunyai
budget yang pas-pasan harus gigit jari.
Pro kontra hadir tentang diterapkannya regulasi baru marque
player, tapi satu hal yang terpenting regulasi yang dibuat adalah sebagai
proses untuk membangun dan mengembangkan sepak bola tanah air untuk
kedepannya.

Post a Comment